MENGENAL TATA SURYA
![]() |
Disusun
Oleh kelompok II:
1. Ade
Harly
Pratama NIM:13222010179
2. Ahmad
Taufik NIM :13222010181
3. Diana
Dahniar NIM: 13222010183
4. Dian
Rusmini NIM: 13222010184
UNIVERSITAS ANTAKUSUMA (UNTAMA)
PANGKALAN BUN
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Iskandar
No. 63 Telp/ fax (0532) 222871 Pangkalan Bun
Kalimantan
Tengah
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah “Mengenal Tata Surya” ini
sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih
pada Bapak Ibu Siti Khotimah, SE selaku Dosen mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar
yang telah
memberikan tugasini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai asal mula terbentuknya
alam semesta, tata surya dan bumi, serta bagian dari tata surya. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan
dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak adasesuatu
yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun
ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya
kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Pangkalan Bun, 5 Oktober 2013
Penyusun
Penyusun
Daftar Isi
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I 4
PENDAHULUAN 4
1.1.
Latar Belakang 4
1.2.
Perumusan Masalah 5
1.3.
Tujuan 5
BAB II 6
PEMBAHASAN 6
2.1. Alam Semesta dan
Tata Surya 6
2.2. Mengenal Tata
Surya 11
2.3. Bumi 25
BAB III 34
PENUTUP 34
3.1. Kesimpulan 34
3.2. Saran 34
DAFTAR PUSTAKA 35
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Kegiatan Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
berawal dari pengamatan dan pencatatan baik terhadap gejala-gejala alam pada umumnya maupun percobaan-percobaan yang
dilakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia
berusaha untuk merumuskan konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum dan teori.
Rasa ingin tahu (curiosity) selalu
muncul ketika kita dihadapkan pada alam semesta yang di dalamnya mengandung
banyak misteri. Curiosity manusia dapat mengubah no thing menjadi know a lot of
thing. Rasa ingin tahu jugalah yang memunculkan berbagai penelitian serta
pengujian dari hipotesa akhir dan bila hal itu terbukti kebenarannya maka akan
terbentuk suatu bidang ilmu.
Curiosity tidak hanya tertanam dalam
benak pikiran ilmuan dan peneliti namun juga tertanam subur pada anak-anak.
Mereka seringkali menanyakan sesuatu yang tak disangka-sangka dan kita
kebablakan untuk menjawabnya. Yang perlu diingat jangan sekali-kali memberikan
jawaban tanpa pengetahuan karena jawaban anda akan selalu diingat dengan kuat.
Curiosity tercerdas dimiliki oleh para
ilmuan astronom dahulu. Mereka sangat terangsang otaknya dengan melihat sesuatu
yang sangat sulit dijangkau jasmani. Namun berkat pemikirannya sekarang kita
dapat mengetahui tentang alam semesta.
Dalam makalah ini kita mencoba meningkatkan
curiositas yang tertanam dalam diri kita yakni tentang alam semesta. Bagainama
terbentuknya? Serta benda-benda di dalamnya.
Terjadinya alam semesta hanya Allah SWT
yang tahu. Bagi manusia alam semesta masih merupakan misteri, masih merupakan peristiwa
yang gaib dan penuh rahasia. Namun walaupun demikian para ahli ilmu pengetahuan
alam masih terus mengadakan penelitian-penelitian untuk mengungkap tabir
misteri tersebut. Apa, mengapa, bagaimana dan kapan terjadi alam semesta ini.
Oleh karena manusia dengan mempergunakan segala kemampuannya, mempergunakan
teknologi canggih terus berusaha untuk mengungkapkann misteri alam semesta ini.
Pada awalnya, manusia menganggap bahwa
bumi ini mempunyai kedudukan yang istimewa di alam semesta ini, karena melihat
bahwa matahari terbit di sebelah timur, pada tengah hari ada di atas kepala
kita dan terbenam di sebenam barat. Hal ini berarti matahari mengitari bumi.
Anggapan ini pula yang mendasari hipotesis “Geosentris” dari Ptolomeus.
Pandangan geosentris berubah, setelah
Copernicus mengemukaan teori “Heliosentris”, yang mengemukaan bahwa sebenarnya
bumi tidak memiliki kedudukan istimewa di alam semesta ini. Bumi adalah salah
satu planet,yang bersama planet-planet lain bergerak mengitari bumi. Meskipun
sejak abad 18 manusia sudah menyadari bahwa bumi adalah sebuah planet yang
bergerak mengitari matahari, kesadaran ini baru muncul dengan kuat pada para
kedua abad ke-20. Pada masa ini penerbanagn pesawat ruang angkasa semakin maju.
Gambar-gambar bumi yang dilihat dari angkasa hasil pemotretan pesawat-pesawat
angkasa ini membuat kesadaran yang muncul menjadi makin berkembang.
1.2.RUMUSAN
MASALAH
Rumusan masalah pada makalah ini adalah
sebagai berikut :
1.
Bagaimana terbentuknya alam semesta dan
tata surya?
2.
Bagaimana susunan tata surya?
3.
Bagaimana hipotesis terjadinya bumi dan
susunan lapisan bumi?
1.3.
TUJUAN
Adapun
tujuan makalah ini berdasarkan perumusan masalah di atas adalah sebagai
berikut:
1.
Mengetahui atau memahami terbentuknya alam semesta dan
tata surya
2.
Mengetahui susunan tata surya
- Memehami hipotesis terjadinya bumi dan susunan lapisan bumi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Alam
semesta dan tata surya

Pengertianalamsemestamencakuptentangmikrokosmosdanmakrokosmos.Mikrokosmosadalahbenda-benda
yang mempunyaiukuransangatkecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba,
dansebagainya.Sedangmakrokosmosadalahbenda-benda yang mempunyaiukuran yang
sangatbesar, misalnyabintang, planet, dangalaksi.
1.
Teori
terbentuknya
alam semesta
Manusia berusaha
memahami alam semesta ini sejak dari zaman batu sampai sekarang. Pada zaman
kejayaan Yunani orang percaya bahwa bumi merupakan pusat dari alam semesta ini
( Geosentrisme ). Namun, pandangan tersebut berubah sejak zaman abad
pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus menjadi Heliosentrik, yaitu matahari
menjadi pusat beredarnya bumi dan planet-planet lainnya. Dengan diperlehnya
berbagai pesan dan beragam macam cahaya dari benda-benda langit yang sampai ke
bumi, timbulah beberapa teori yang mengungkapkan tentang terbentuknya alam
semesta.
a. Teori
keadaan tetap (Steady-state theory)
Teori ini
berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta
dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam
semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di
alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak
menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru
mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan
radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara
galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan
bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut
bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju merah,
yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah.Dari hasil penemuan ini
menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis
(kontraksi).Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai
adanya pengembangan
b. Teori
ledakan besaran (Big Bang Theory)
Teori ini
dikembangkan oleh George Lemaitre.Teori ini menyatakan bahwa alam semsta ini
berasal dari kondisi super padat dan panas yang kemudian meledak, mengembang
sekitar 13.700 juta tahun yang lalu. Teori ledakan ini bertolak dari asumsi
adanya suatu masa yang sangat besar sekali dan mempunyai berat jenis yang
sangat besar, meladak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Massa itu
kemudian berserak mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.
Setelah
berjuta-juta tahun, masa yang berserak itu berbentuk kelompok galaksi yang ada
sekarang. Mereka terus bergerak menjauhi titik pusatnya. Teori ini didukungan
oleh kenyataan dari pengamatan bahwa galaksi itu memang bergerak menjauhi titik
pusat yang sama. Menurut teori ini ada beberapa masa yang penting selama
terjadinya alam semesta, yakni:
1. Masa batas
dinding planck yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-43 detik
berdasarkan hasil perhitungan Panck.
2. Masa Jify
yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-23 detik, dengan jari-jari alam
semesta 10-13 cm dengan kerapatnnya 1055 kali kerapatan air.
3.
Masa Quark yaitu masa pada saat alam semesta berumur
10-4 detik. Pada masa ini partikel-partikel saling bertumpang tindih da tidak
berstruktur serta diikuti dengan terbentuknya hadron yang mempunyai kerapatan
109 ton tiap sentimeter kubik.
4.
Masa pembentukan Lipton yaitu masa pada saat alam
semsta berumur 10- detik.
5.
Masa radiasi yaitu masa alama semesta berumur 1 detik
sampai satu juta kemudian pada saat terbentuknya fusi hidrogen menjadi helium
mempunyai suhu 109 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur 105
sampai 106 tahun mepunyai suhu 3000 derajat Kelvin.
6.
Masa pembentukan Galaksi yaitu pada usia alam semesta
108-109 tahun. Pada saat usia ini galaksi masih berupa kabut Pilin yang
berputar membentuk piringan raksasa.
7.
Masa pembentukan tata surya yaitu pada usia 4,6 x 109
tahun
c. Teori Creatio Continua
Dikemukakan
Fred Hoyle, Bondi dan Gold. Berpendapat bahwa saat diciptakan alam semesta ini
tidak ada, alam semesta ada dan selamanya tetap ada setelah diciptakan. Setiap
saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap, yang kemudian mengembun
menjadi kabut, bintang dan jasad alam semesta, karena partikel yang lebih besar
daripada partikel yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan
mengakibatkan pemuaian alam semesta. Penegmbangan tersebut mencapai titik batas
10 milyar tahun, dalam kurun waktu tersebut akan menghasilkan kabut-kabut baru.
Teori ini berpendapat bahwa 90 % materi alam semesta ialah hedrogen yang
akhirnya membentuk helium dan zat-zat lainnya.
2.
Teori
terbentuknya galaksi dan tata surya
a. Galaksi

Galaksi merupakan
kumpulan bintang – bintang yang jumlahnya 100 miliyaran, salah satunya adalah
matahari. Matahari merupakan pusat tata surya kita. Galaksi dimana tata surya
kita berada dinamakan Milky Way atau Bima Sakti. Galaksi yang terdekat dengan
bima sakti adalah Androemaeda dengan jarak 1,5 juta tahun cahaya. Dalam satu
detik cahaya menempuh 300.000 kilometer, jarak bumi ke matahari 500 detik
cahaya ( 500x 300000= 150 juta km) jarak bumi dan matahari dinyatakan dengan
jarak satuan astronomi disingkat AU-Astronomical Unit. Jarak bumi dengan bulan
384 ribu km.
Macam – macam Galaksi :
Dari
hasil pengamatan, ternyata di alam semesta ini terdapat beribu-ribu galaksi
dengan berbagai bentuk dan ukuran, yakni :
a. Galaksi
Elips
Galaksi
Elips merupakan galaksi yang sudah tua. Terbentuk darir bintang-bintang yang
sudah tua. Pembentukan bintang baru sudah berhenti.
b. Galaksi
Spiral
Galaksi
spiral berbentuk spiral yang amat besar dengan inti di tengah dan lengan spiral
dan cakram. Pada lengan ini terkonsentrasi debu dan gas (nebulae) dimana
terdapat pembentukan bintang yang aktif. Bila dilihat dari samping, galaksi ini
tampak seperti elips berlengan dan dikelilingi atmosfer bercahaya, serta
terdapat lingkaran-lingkaran beribu-tibu bintang yang disebut Globular Cluster.
Salah satu contoh galaksi spiral adalah galaksi Venatici.
c. Galaksi
Tak Beraturan
Galaksi
tak beraturan terdiri dari bermiliyar-miliyar bintang muda berwarna putih
kebiruan dan bintang raksasabiru yang sangat panas.
b.
Tata
Surya
Terdiri
dari benda – benda seperti meteor, planet, satelit, komet – komet, debu, dan
gas antar planet yang beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Banyak
teori yang dikemukan tentang terbentuknya tata surya:
1. Hipotesis
nebular
Dikemukakan
oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan bahwa sistem tata surya
terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas (nebule).
Pada proses kondensasi ada sebagian yang terpisah dan merupakan cincin
terbentuklah planet beserta satelitnya yang mengelilingi pusat, pusatnya itu
menjadi sebuah bintang/matahari.
2. Hipotesis planettesimal
Hipotesis
planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas
C. Chamberlin
dan Forest
R. Moulton pada
tahun 1900. Hipotesis ini bertitik tolak dari
pemikiran yang sama dengan teori Nebular yang menyatakan bahwa system tata
surya terbentuk dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi, perbedaannya
ialah terletak pada asumsi bahwa terbentuknya planet-planet itu tidak harus
dari satu badan, tetapi diasumsikan adanya bintang besar lain yang kebetulan
sedang lewat di dekat bintang yang merupakan bagian dari tata surya kita. Kabut
gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita
dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut Planettesemal.
Planettesemal merupakan benda-benda kecil yang padat. Teori ini merupakan
jawaban dari pertanyaan mengapa ada satelit-satelit pada Jupiter maupun
saturnus yang orbitnya berlawanan rotasi planet itu.
3.
Teori
Tidal atau teori pasang surut
Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891) keduanya dari Inggris,
teori ini hamper samadenganteori Planetesimal.
Setelah bintang ituberlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi
proses pasang surut seperti peristiwa pasang surutnya air
laut di bumi akibat gaya tarikbulan.
Sebagian massa matahari itu membentuk cerutu yang menjorok kearah bintang itu mengakibatkan cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas
di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda, gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet. Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah sepertiYupiter,
Saturnus, Uranus danNeptunusmerupakan planet raksasa sedangkan di bagianujungnya merupakan planet-planet kecil. Kelahiran kesembilan
planet itu karenap ecahan gas dari matahari
yang berbentuk cerutu itu maka besarnya planet-planet ituberbeda-beda
yang terdekat dan terjauh besar tetapi yang di tengah lebih besar lagi.
4.
Teori
Bintang Kembar
Berpendapat bahwa Teori ini hampir
sama dengan teori planetesimal.Dahulu matahari mungkin merupakan bintang
kembar,kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan.Karena ada
pengaruh gaya gravitasi bintang,maka kepingan-kepingan yang lain bergerak
mengitari bintang itu dan menjadi planet-planet.Sedangkan bintang yang tidak
meledak menjadi matahari.
5.
TeoriAwanDebu,
dikemukakan oleh Carl
von Weizsaeker (1940) kemudian disempurnakan oleh Gerard
P Kuiper (1950).
Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu.Gumpalan awan itu mengalami pemampatan,
pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik kebagian pusat awan itu membentuk gumpalan
bola dan mulai berpilin dan kemudian membentuk cakram yang tebal
di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu saling menekan dan menimbulkan panas dan berpijar,
bagianini lah yang
kemudian menjadi matahari.Sementara bagian yang luar berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi gumpalan
yang lebih kecil,
gumpalan kecil ini berpilin
pula dan membeku kemudian menjadi
planet-planet.
2.2.Mengenal Tata Surya

Tata Surya
berarti adanya suatu organisasi yang teratur dengan matahari sebagai induk.
Pada zaman yunani kuno, orang-orang yunani mengenal lima planet yang dilakukan
dengan pengamatan secara kasar, planet tersebut ialah Merkurius, Venus, Mars,
Jupiter, dan Saturnus dengan bumi sebagai pusatnya, namun pada abad ke-16
Nicolas Copernicus ( ilmuwan Polandia ) berhasil mengubah pandangan salah yang
dianut selama berabad-abd tersebut, menurutnya bumi ialah planet sama halnya
seperti planet lain, bumi beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya (
heliosentris ), pandangan tersebut didasari perhitungan yang sistematis yakni
berkat bantuan teropong sebagai alat pengamat dan dengan berkembangnya
matematika dan fisika sebagai sarana penunjang sehingga dapat mengamati planet-planet
lainnya.
Planet-planet
dapat dikelompokan menjadi dua, yakni planet dalam dan planet luar. Planet
dalam yakni planet yang dekat dengan matahari, yakni : merkurius, venus, bumi
dan mars. Planet Luar yakni terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
neptunus. Planet dalam umumnya lebih kecil dari planet luar, namun mempunyai
massa jenis yang lebih besar.
Peredaran
planet mengelilingi matahri disebut gerak revolusi. Disamping itu planet-planet
beredar mengelilingi sumbunya disebut gerak rotasi yang menyebabkan timbulnya
peredaran siang dan malam. Gerak revolusi dan gerak rotasi searah jarum jam
yakni dari timur ke barat. Waktu untuk satu putaran revolusi disebut kala
revolusi yakni 365 ¼ hari dan waktu satu putaran rotasi disebut kala rotasi
yakni 24 jam.
1. Bagian-bagian Tata Surya

Matahari
Matahari
ialah suatu bola gas pijar yang terdiri dari 49% atom hidrogen (H) dan 5,6%
atom helium (He), serta sisanya campuran unsur-unsur karbon (C ) dan atom
lainnya. Bentuk matahari ternyata tidak bulat benar. Ia mempunyai semacam
ekuatoe dan kutub, karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000
mil, sedangkan garis tengah antarkutubnya 43 mil lebih pendek.
Matahari
juga merupakan tata surya yang paling besar karena 98% massa tata surya
terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga
merupakan sumber-sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari
inti dan tiga lapisan kulit, masing-maisng fotosfer, kromosfer dan korona.
Menurut
perhitungan para pakar, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.0000 C.
jenis batuan atau logam apa pun yang kita kenal di bumi akan lebur pada tempera
tur setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya, yang
diperkirakan tidak kurang dari 25 juta 0C.
Lapisan bola
matahari bagian dalam disebut fotosfer (bahasa Yunani, photos: cahaya, sphera:
bola), yang artinya bola bercahaya memancar, radiasi fotosfer sangat kuat pad
agelombang tampak mata. Sedangkan atmosfer bumi dapat meloloskan panjang
gelombang tampak mata. Mata manusia sangat sensitif terhadap panjang gelombang
tampak mata ini. Fotosfer tebalnya kira-kira 220 mil.
Kromosfer
(bahasa Yunani, chromos; warna, sphera: bola). merupakan lapisan luar dari
fotosfer. Warnanya kemerahan berasal dari hidrogen yang berpijar. Lapisan ini
mempunyai lidah-lidah api yang menjilat ke laur. Tebal kromosger kira-kira
9.000 mil. Lapisan lebih luar dari kromosfer ialah korona. Korona berupa sinar
kemilauan yang tebalnya kadang-kadang meleihi garis tengah matahari itu
sendiri. Korona tampak jelas (berwarna putih perak) mengelilingi matahari pada
waktu terjadi gerhana matahari, karena fotosfer dan kromosfer terhalang oleh
bulan.
Matahari
sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :
1) Merupakan sumber energi
(sinar panas). Energi yang terkandung dalam batbara dan minyak bumi sebenarnya
juga berasal dati matahari;
2) Mengontrol stabilitas
peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan,
tahun serta mengontrol peredarana planet lainnya.
a. Planet Merkurius

Planet
merkurius merupakan planet terkecil(0,055
massa bumi) dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan
dan juga hawa atau udara. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan
antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07.
Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari
diserapknya. Garis tengahnya 4.500 km lebih besar daripada garis tengah
bulan yang hanya 3.160 km. karena letaknya yang begitu dekat dengan matahari
maka bagian yang menghadap matahari sangat panas, sebaliknya yang tidak menghadap
matahari dingin sekali. Hal ini disebabkan karena Merkurius tidak memiliki
atmosfer dan bulan (satelit). Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di
Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti
panjang siang harinya lebih dari 28 hari, demikian juga pada malam harinya.
Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari. Besarnya inti besi dan tipisnya
kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa
lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan
perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.
b. Planet Venus

Planet ini dinamakan Venus karena bila dilihat dari
bumi merupakan planet yang paling banyak memantulkan cahaya matahari akibat
sifat dari permukaanya. Orang Yunani menganggap keadaan planet itu sangat
cantik seperti dewi kecantikan mereka (Venus).
Planet ini
lebih kecil dari bumi(0,815
massa bumi), mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang akan
diserapnya. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari
karbon dioksida, tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen. Planet ini juga
tidak mempunyai satelit.Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari.Venus
adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C. Planet ini
terkenal sebagai bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi
hari. Besarnya hampir sama dengan bumi, bergaris tengah 12.320 km, sedangkan
bumi bergaris tengah 12.640 km. rotasi Venus kurang lebih 247 hari dan
berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun venus
adalah 225 hari.
Dengan
analisis spektrum atas cahaya yang datang dari Venus, dapat diketahui bahwa di
sana terdapat oksigen. Atas dasar analogi bahwa keberadaan gas oksigen yang
tetap jumlahnya di udara disebabkan oleh tumbuhan yang mengadakan fotosintesis
maka dapat diperkirakan bahwa di Venus pun ada kehidupan. Rotasi Venus
berlawanan dengan rotasi bumi, bumi berotasi dengan arah barat-timur, sedangkan
venus rotasinya timur-barat.
c.
Planet
Bumi dan Bulannya
1. Bumi

Bumi
menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Besarnya hampir sama dengan
venus dan bergaris tengah 7.900 mil atau 12.646 km.jarak antara bumi dengan
matahari ialah 149 juta km. jarak ini dijadikan satuan jarak astronomicalUnit
(AU). Jadi, 1 AU = 149 juta km.
Bumi
mengadakan rotasi 24 jam, berarti satu hari bumi lamanya ialah 24 jam,
sedangkan satu hari venus ialah 247 kali dari bumi, yakni 247 x 24 jam. Bumi
mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Satu kali putaran mengelilingi matahari
disebut juga satu tahun . sekarang mari kita bandingkan dengan 1 tahun
merkurius = 88 hari bumi, sedangkan 1 tahun mars = 1,9 tahun bumi. Berat jenis
rata-rata bumi ialah 5,52.
a. Gerak Rotasi Bumi
Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap
bumi memiliki bentuk bola.Titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bola
langit. Para sarjana dari Yunani seperti Pythagoras, Philolaus, Herakleitos dan
Kopernikus dari Polandia mengemukakan bahwa bola langit tetap tinggal diam sedang
bumi berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut rotasi yang arahnya
sama dengan arah revolusi.
Akibat
Rotasi Bumi
1.
Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan
matahari, bulan, bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya terbit dari Timur
dan terbenam di barat.
2.
Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola
bumi menerima sinar matahari (siang), sedang separuh bola lainnya mengalami
kegelapan (malam).
3.
Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang
dapat diterangkan dengan hukum Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak
begerak lurus dari daerah maksimum ke daerah minimum, tetapi membias ke kanan
bagi belah bulatan utara dan membias ke kiri bagi belah bulatan selatan.
4.
Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di
kutub bumi.
5.
Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan
bumi tersebut serta pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak tepat
menuju ke titik pusat bumi, terkecuali di katulistiwa dan di kutub.
6.
Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam
sehari semalam.
7.
Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda
derajat busurnya.
b. Gerak Revolusi dari Bumi
Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei,
Tycho Brahe dan Keppler maka susunan alam secara Heliosentris dari Kopernikus
diakui keunggulannya. Dalam susunan ini bumi berevolusi mengelilingi matahari
dalam satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat dari revolusi bumi :
1.
Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik
utara (23 ½ LU)
2.
Perubahan lamanya siang dan malam.
3.
Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar
dari bulan ke bulan. Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut
orbit. Menurut hukum Keppler pertama, maka orbit-orbit setiap planet memiliki
bentuk bangun elips
c. Gaya
gravitasi terrestrial dari bumi
Bumi
kita ini mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan
gaya gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi ini memiliki bobot karena
pengaruh gaya gravitasi tersebut. Gaya gravitasi terrestrial inilah yang
menahan semua materi yang ada di bumi serta atmosfernya hingga tidak hilang
melayang ke alam semesta.
d.
Waktu
Kita telah mengenal
waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam. Waktu 24 jam ini adalah sehari
semalam solar (matahari) berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat satu revolusi
lengkap.
2. Bulan
Bulan merupakan satu-satuan satelit bumi dan tidak
memiliki atmosfer. Jarak bulan dengan bumi adalah 240 ribu mil= 384 ribu km dan
bargaris tengah 2.160 mil atau 3,456 km. jarak terjauh bulan dari pusat bumi
406.700 km dan jarak terdekatnya 356.400 km. Pada permukaan bulan,
terdapat gunung-gunung dan dataran rendah seperti bumi. Namun lubang-lubang
kepundannya tampak besar-besar sampai ada yang bergaris tengah 8 km.Oleh karena
bulan tidak beratmosfer maka raut permukaan bulan tetap abadi sebab tidak ada
erosi. Tidak adanya atmosfer dapat dibuktikan dengan tidak dibiaskannya sama
sekali sinar bintang yang datangnya dari belakang bulan ke bumi. Sinarnya
merupakan pantulan sinar matahari sehinga dengan pantulan itu permukaan bulan
dapat berubah-ubah. Perubahan penampakan bulan disebut fase. Fase bulan terjadi
karena bulan mengitari bumi (revolusi).
Ada
delapan fase bulan, yakni :
a.
Fase bulan baru, terjadi
pada kedudukan dengan urutan matahari bulan-bumi (konjungsi)
b.
Fase bulan sabit, terjadi pada kedudukan
setelah konjungsi dan akan memasuki kedudukan kuartir
c.
Fase bulan setengah penuh,
terjadi pada kedudukan bulan-bumi tegak lurus pada matahari –bumi (kuartir)
d.
Fase bulan bungkuk, terjadi
pada kedudukan setelah kuartir dan akan memasuki kedudukan oposisi
e.
Fase bulan purnama, terjadi
pada kedudukan dengan urutan matahari bumi-bulan (oposisi)
f.
Fase bulan bungkuk, terjadi
pada kedudukan oposisi dan akan memasuki kedudukan kuartir
g.
Fase bulan setengah penuh,
terjadi pada kedudukan bulan bumi tegak lurus pada matahari-bumi
h.
Fase bulan sabit, terjadi
pada keadaan setelah kuartir dan akan memasuki kedudukan konjungsi.
Dalam
kalender yang mendasarkan pada peredaran bulan sebagai acuannya, tanggal
diambil pada saat bulan baru atau disebut bulan mati. Pada saat tersebut bulan
berada diantara bumi dan matahari sehingga tidak ada cahaya matahari yang bisa
dipantulkan bulan ke bumi. Kemudian, karena bulan bergerak mengelilingi bumi,
makin lama semakin banyak permukaan bulan yang tampak disinari matahari., bulan
mulai kelihatan sebagai bulan sabit. Dan ini langsung sampai sekitar tanggal 7,
yakni saat bulan dalam keadaan setengah penuh. Antara tanggal 7 dan tanggal 15,
permukaan bulan yang disinari matahari semakin banyak. Keadaan ini disebut
bulan bungkuk.Saat bulan purnama, yaitu sekitar tanggal 14, bumi berada
diantara bulan dan matahari. Pada kedudukan ini bulan bersinar penuh, karena
bulan berada persis di belakang bumi, apabila dilihat dari matahari. Setelah
bulan purnama berlangsung, bulan memasuki fase bungkuk lagi, kemudian menjadi
setengah penuh pada tanggal 21, dan menjadi bulan sabit lagi sampai bulan baru
berikutnya.Perhitungan tahun menurut bulan mengelilingi bumi disebut
perhitungan qamariah (bahasa Arab, qamar = bulan). Penanggalan Hijriah dasarnya
adalah peredaran bulan mengelilingi bumi. Perhitungan kapan mulai bulan baru
dan kapan pula akhirnya bulan ramadhan bagi umat islam menjadi sangat penting.
Meningat pada bulan ramadhan umat Islam berpuasa, kemudian setelah bulan Ramadhan
berakhir, umat islam dilarang berpuasa. Oleh sebab itu, pemeluk agama Islam
harus mengetahui secara tepat kapan mulai dan kapan berakhirnya bulan Ramadhan
tersebut. Perhitungan tahun menurut peredaran bumi mengitari matahari disebut
perhitungan Syamsiah (bahan arab, Syam = matahari). Contohnya penanggalan
Masehi.
Gerhana bulan.
Apabila
permukaan bulan terkena oleh bayang-bayang bumi maka akan terjadi gerhana bulan
dan bila bumi yang terkena bayangan bulan maka terjadilah gerhana matahari.
Para ilmuwan telah dapat memperhitungkan dengan akurat, kapan akan terjadi
gerhana bulan, tidak saja pada tahun berapa, tapi hari, tanggal, jam bahkan
perhitungan detiknya.
d. Planet Mars

Planet ini
diberi nama sesuai dengan nama Dewa Pernah orang Yunani, karena planet ini
berwarna kemerah-merahan seperti darah yang diduga tanahnya mengandung banyak
besi oksigen. Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan
sawo matang yang selalu berubah sepanjang tahun. Dugaan ini bertolak pada
kenyataan-kenyataan berikut ini : Berdasarkan pengamatan melalui teropong dan
foto, pada permukana Mars terdapat semacam kanal (saluran atau dam air) yang
sangat panjang dan lurus sekali. Kanal ini menghubungkan bagian Mars yang
tertutup salju dengan bagian yang panas. Bila kanal ini buatan alam, apakah
mungkin selurus itu? Mars tampaknya diselubungi oleh atmosfer. Dugaan ini
bertolak dari kenyataan bahwa permukaan Mars dari waktu ke waktu selalu tampak
berubah, baik berubah dalam bentuk atau gambar maupun warnanya. Fenomena ini
mengarah kepada adanya tumbuhan pada permukaanya dan adanya awan yang
menyelubungi seperti layaknya di bumi. Penelitian terakhir menunjukkan
bahwa pada planet Mars terdapat uap air meskipun dalam jumlah yang sangat
kecil, tetapi para pakar lebih cenderung mengatakan bahwa perubahan warna
permukana planet disebabkan oleh angin pasir, bukan oleh organisme. Hal
lain yang menarik di planet ini adalah adanya dua buah bulan dan biasa disebut
dengan nama satelit. Satelit yang kecil diberi nama phobos. Satelit ini
dekat dengan planet Mars dan hanya berjarak 3.700 mil (dibandingkan dengan jarak
bumi-bulan, 240 ribu mil). Garis tengah 10 mil (16 km). ia mengadakan revolusi
mengelilingi Mars dalam waktu 7 jam 39 menit, dan anehnya ia terbit dari barat,
terbenam di Timur. Phobos dalam satu hari Mars, terbit dan terbenam sebanyak 3
kali. Satelit yang besar dinamakan deimos. Satelit ini terbit dari timur
dan terbenam di sebelah barat setelah beberapa hari. Hal ini disebabkan karena
revolusi satelit Deimos hanya berbeda sedikit lebih cepat daripada rotasi Mars.
Fakta lain
yang perlu dicatat tentang mars adalah :
a.
Jarak mars ke matahari
adalah 1,52 AU;
b.
Bergaris tengah 3.920 mil
(setengah dari bumi);
c.
Berevolusi 1,9 tahun;
d.
Berotasi 24 hari 37 menit;
e.
Perlu pula diketahui, bahwa
menurut data yang dikirim oleh Mariner-4, di Mars tak ada oksigen, hampir tak
ada air sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air, ternyata
tak lebih dari lapisan salju yang sangat tipis. Ini pula kiranya yang menjadi
sebab, mengapa pada waktu tertentu kutub yang berwarna putih itu lenyap dari
pandangan mata.
e. Planet Jupiter
Jupiter
merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah 86.600 mil
atau 138.560 km, mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam (bandingkan 24 jam
untuk Bumi dan 247 hari untuk Venus). Jupiter tampak sebagai bintang yang
terang yang muncul di tengah malam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian
ekuator lainnya menjadi sedikit mengembang dan mebentuk sabuk yang
jelas. Berdasarkan analisis spektroskopis, planet ini mengandung gas
metana dan amoniak dalam jumlah banyak, begitu juga gas hidrogen. Albedonnya
0,44 Bercak kemerahan bergaris tengah 30.000 mil di bagian Selatan (telah
diketahui dari tahun 1831) diperkirakan adalah suatu kawah yang masih hidup
(karena warnanya berubah-ubah). Planet ini mempunyai 14 satelit atau
bulan. Massa planet ini sangat besar, hampir 300 kali massa bumi dan
gravitasinya, yaitu 2,6 kali gravitasi bumi. Artinya, bila suatu benda di bumi
beratnya 100 kg maka berat benda tersebut di jupiter menjadi 260 kg. akibat
selanjutnya, ia memiliki daya tarik yang sangat kuat sehingga mampu menarik 12
satelit atau bulan yang berukuran sangat besar. Dua diantaranya lebih besar
daripada planet Merkurius. Tiga darinya beredar berlawanan arah dengan sembilan
lainnya. Bulan-bulan tersebut memiliki lapisan atmosfer yang cukup tebal.
f. Planet Saturnus
Planet
terbesar kedua setelah Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris
tengah 74.000 mil atau 118. 400 km dengan kecepatan rotasi yang sama dengan
Jupiter. Planet ini juga memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas etan,
amoniak dan hidrogen yang bersuhu rata-rata 1030 C, tetapi suhu pada
permukaanya sangat rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa jenisnya
sangat kecil bila dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3.Yang paling menarik
dari planet ini ialah ditemukannya sabuk putih yang melilit ekuatornya dengan
jarak dari permukaan sejauh 7.000 mil sampai kurang lebih 37.000 mil. Sabuk ini
berbentuk pipih setebal 10 mil, dan berupa debu. Sabuk ini ternyata berputar
mengelilingi planet dengan kecepatan yang berbeda, sabuk bagian dalam jauh
lebih cepat daripada bagian luarnya. Sabuk atau cincin in I diduga berasal dari
satelit yang tidak pernah terbentuk, karena gaya ganggu Saturnus yang besar,
akibat letaknya yang terlalu dekat dengan Saturnus sehingga calon satelit itu
menjadi tidak stabil.
Saturnus mempunyai 10 satelit dan yang terbesar ialah
titan (besarnya 2 kali bulan-bumi). Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan
sembilan satelit lainnya, menunjukkan bahwa phoebe bukan anak kandung saturnus.
Keanehan phoebe dan sabuk raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya
ialah sabuk Saturnus itu itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15
tahun sekali.
g. Planet Uranus
Planet ini
ditemukan secara tak sengaja oleh Herschel dan keluarga pada tahun 1781, ketika
mereka sedang mengamati Saturnus. Besarnya Uranus kurang dari setengah saturnus
dengan garis tengah 50. 560 km atau 4 kali bumi. Oleh karenanya, planet ini
merupakan planet pertama yang dapat ditangkap oleh teleskop, karena letaknya
yang cukup jauh dari matahari. Uranus memiliki lima satelit. Berbeda
dengan planet lain, rotasi Uranus bergerak dari Timur ke Barat. Jarak ke
matahari adalah 2.860 juta km atau 19,2 AU, dan mengelilinginya dalam waktu 84
tahun. Kecepatan rotasi 10 jam 47 menit. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager
pada bulan Januari 1986, Uranus memiliki 14 satelit. Sama seperti Venus,
rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.
h. Planet Neptunus
Neptunus
ditemukan pada saat para astronom mengamati planet baru Uranus yang orbitannya
agak menyimpang dari perhitungan. Berdasarkan Hukum Newton (gaya tarik menarik
antara dua benda) diperkirakan ada benda langit besar lain yang mempengaruhi
orbit Uranus. Ternyata pengaruh tersebut disebabkan adanya Neptunus yang
merupakan planet terbesar ketiga pad atahun 1846. Planet ini, jika dilihat
dengan teleskop dari bumi berwarna kebiru-biruan. Dari spektrum cahayanya,
planet ini diketahui mempunyai atmosfer yang sebagian besar terdiri dari gas
metana.Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton. Satelit
Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari
adalah 30,1 AU atau 4,470 juta km, bergaris tengah 28.000 mil dan mengelilingi
matahari dalam waktu 165 tahun sekali putar.
2.
Benda-benda langit lain dari tata surya
a. Asteroida
atau Planetoid
Pada tahun 1801, piazzi seorang astronom Italia
melalui pengamatan teleskopnya, menemukan benda langit yang berdiameter 500 mil
atau ± 900 km (bulan berdiameter 2.160 mil atau 3.000 km) beredar mengelilingi
matahari.
Pada masa
ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak ± 2.000 buah, berbentuk bulat-bulat
kecil, yang terbesar disebut ceres dengan diameter 750 km. benda-bendalangit
yang terkecil yang bisa diamati adalah yang berdiamter 1 mil. Kelompok benda langit
ini disebut planetoida atau bukan planet untuk membedakannya dengan sembilan planet
utama yang telah dijelaskan tadi. Bila seluruh massa planetoida ini dikumpulkan,
jumlahnya tidak lebih dari 2% dari massa bulan.
b.
Komet atau Bintang Berekor
Komet berasal dari bahasa Yunani, yaitu Kometes yang artinya
berambut panjang. Komet menurut istilah bahasa adalah benda langit yang
mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Komet terdiri atas es
yang sangat padat dan orbitnya lebih lonjong daripada orbit planet. Komet
menyemburkan gas bercahaya yang dapat terlihat dari bumi. Bagian-bagian komet,
yaitu:
1)inti komet, yaitu bagian komet yang
kecil tapi padat tersusun dari debu dan gas.
2)koma, yaitu daerah kabut di sekeliling
inti.
3)ekor komet, yaitu bagian yang memanjang
dan panjangnya mampu mencapai satu satuan astronomi(1SA=jarak antara bumi dan
matahari).
Arah ekor
komet menjauhi matahari. Kebanyakan komet tidak dapat di lihat dengan mata
telanjang,tapi harus dengan menggunakan Teleskop. Komet yang terkenal adalah
komet Halley yang ditemukan oleh Edmunt Halley. Komet itu muncul
setiap 76 tahun sekali. Komet sering disebut Bintang berekor.
c. Meteor
Meteor
adalah benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahayanya sendiri, tetapi dia
bukan binatang. Jadi, semacam benda-benda planetoida yang mungkin saja datang
dari luar tata surya kita.
Meteor berupa batu-batu kecil yang bergaris tengah
antara 0,2-05 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam debu
angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60
km per jam.
d. Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar
mengelilingi planet dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Peredaran
satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Disamping itu,
satelit juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya
sendiri
Pada
umumnya, arah rotasi revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi
planetnya, yaitu dari Barat ke Timur kecuali satelit dari planet Neptunus.
Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah
Merkurius maupun Venus.
Bulan merupakan satu satunya satelit dari planet bumi.
Kala rotasi bulan adalah satu hari, sedang kala revolusinya satu bulan. Karena
kala rotasi bulan sama dengan kala rotasi bumi, mengakibatkan permukana bulan
yang menghadap ke bumi selalu tetap.
Jarak antara bumi dengan bulan, kurang lebih 384.403
km dan merupakan benda langit yang paling dekat terhadap bumi jika dibandingkan
bumi, bulan mempunyai ukuran :
a.
Massa bulan : 1/10 massa bumi
b.
Garis tengah bulan : ¼ diameter bumi-3000 km
c.
Gravitasi bulan : 1/6 gravitasi bumi.
2.3.Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari
delapan planet dalam Tata Surya.
Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliartahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah
149.6 juta kilometer atau 1 AU (Inggris: Astronomical Unit). Kala rotasi bumi
adalah 23 jam 56 menit 4 detik. Sedangkan kala revolusinya adalah 365,25 hari.
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan
magnet yang disebut (magnetosfer) yang
melindung permukaan Bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi
dari luar angkasa. Lapisan
udara ini menyelimuti Bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan
udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Ionosfer,Termosfer, dan Eksosfer.Lapisan ozon, setinggi
50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan
melindungi Bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan
suhu permukaan Bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada
iklim setempat. Sehari dibagi
menjadi 24 jam dan setahun
di Bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan
luas permukaan 510 juta kilometer persegi.
Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai
unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok
sebagai 1.Bumi memiliki diameter sepanjang
12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran
gravitasi planet lain, dengan
gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8%
permukaan Bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.Bumi
diperkirakan tersusun atas inti dalam Bumi yang terdiri dari besinikel beku setebal 1.370 kilometer dengan
suhu
4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100
kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk
83% isi Bumi dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak Bumi setebal
kurang lebih 85 kilometer.Kerak Bumi lebih tipis
di dasar laut yaitu
sekitar 5 kilometer. Kerak Bumi terbagi kepada beberapa bagian dan bergerak
melalui pergerakan tektonik lempeng (teori pergeseran benua) yang
menghasilkan gempa Bumi.Titik
tertinggi di permukaan Bumi adalah gunung Everest setinggi
8.848 meter dan titik
terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan
kedalaman 10.924 meter. Danau
terdalam adalah Danau Baikal dengan
kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas
394.299 km2.
1. Komposisi dan struktur
Bumi adalah sebuah planet
kebumian, yang artinya terbuat dari batuan.
Hal ini berbeda dibandingkan gas
raksasa seperti Jupiter.
Planet
ini adalah yang terbesar dari empat planet kebumian, baik dalam hal massa
maupun ukuran. Dari keempat planet
kebumian, Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar,
medan
magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi juga
merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng
tektonik yang aktif.
a. Bentuk
Putaran rotasi
Bumi pada poros utara-selatan yang berakibat terjadinya siang dan malamBentuk
planet Bumi sangat mirip dengan bulat
pepat (oblate spheroid), sebuah
bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub
yang menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa.
Buncitan ini terjadi karena rotasi
Bumi, menyebabkan ukuran diameter katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan
diameter dari kutub ke kutub. Diameter rata-rata dari bulatan Bumi adalah
12.742 km, atau kira-kira 40.000 km/π. Karena satuan meter pada awalnya
didefinisikan sebagai 1/10.000.000 jarak antara katulistiwa ke kutub utara
melalui kota Paris,
Perancis.Topografi
lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang mulus, meski pada skala
global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki toleransi sekitar satu dari
584, atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference spheroid), yang lebih mulus jika dibandingkan dengan
toleransi sebuah bola biliar, 0,22%. Lokal deviasi terbesar pada permukaan Bumi
adalah Gunung Everest
(8.848 m di atas permukaan laut) dan Palung
Mariana (10.911 m di bawah permukaan laut). Karena buncitan
khatulistiwa, bagian Bumi yang terletak paling jauh dari titik tengah Bumi
sebenarnya adalah gunung
Chimborazo di Ekuador.
Proses alam endogen/tenaga
endogen adalah tenaga Bumi yang berasal dari dalam Bumi.
Tenaga alam endogen bersifat membangun permukaan Bumi ini. Tenaga alam eksogen
berasal dari luar Bumi dan bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang
membuat berbagai macam relief di muka Bumi ini seperti yang kita tahu bahwa
permukaan Bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti
gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut,
menyebabkan permukaan Bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal
sebagai relief Bumi.
b.
Lapisan
kimia
|
Senyawa
|
Formula
|
Komposisi
|
|
SiO2
|
59,71%
|
|
|
Al2O3
|
15,41%
|
|
|
CaO
|
4,90%
|
|
|
MgO
|
4,36%
|
|
|
Na2O
|
3,55%
|
|
|
FeO
|
3,52%
|
|
|
K2O
|
2,80%
|
|
|
Fe2O3
|
2,63%
|
|
|
H2O
|
1,52%
|
|
|
TiO2
|
0,60%
|
|
|
P2O5
|
0,22%
|
|
|
Total
|
99,22%
|
|
Massa Bumi
kira-kira adalah 5,98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi (32,1%), oksigen
(30,1%), silikon
(15,1%), magnesium
(13,9%), sulfur
(2,9%), nikel
(1,8%), kalsium
(1,5%), and aluminium
(1,4%); dan 1,2% selebihnya terdiri dari berbagai unsur-unsur langka. Karena
proses pemisahan massa, bagian inti Bumi dipercaya memiliki kandungan utama
besi (88,8%) dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%) dan selebihnya kurang dari
1% unsur langka.Ahli geokimia F. W. Clarke
memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak Bumi terdiri dari oksigen.
Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak Bumi hampir semuanya adalah
oksida (oxides); klorin, sulfur dan florin adalah kekecualian dan jumlahnya di
dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah silika,
alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama silika
adalah sebagai asam, yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari
berbagai mineral batuan beku yang paling umum. Berdasarkan perhitungan
dari 1,672 analisis berbagai jenis batuan, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22%
batuan terdiri dari 11 oksida (lihat tabel kanan). Konstituen lainnya hanya
terjadi dalam jumlah yang kecil.
2.
Lapisan bumi
Menurut
komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan
sebagai berikut:
a.
Kerak bumi (crush) Kerak Bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar
(permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan
merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam.
Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di
bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian
di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
b.
Selimut atau selubung (mantle)
Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tabal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
c.
Inti bumi (core)
Inti bumi (core) yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Inti bumi (core) Inti bumi (core) yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Sedangkan
menurut sifat mekanik (sifat dari material)-nya, Bumi dapat dibagi mSedangkan
menurut sifat mekanik (sifat dari material)-nya, Bumi dapat dibagi menjadi
lapisan-lapisan sebagai berikut:
1.
Litosfir
Litosfer
adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani,
lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dan sphere (σφαῖρα) yang berarti padat.
Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan.
Secara harfiah litosfer adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut
dengan kulit Bumi. Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia
yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan
silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian,
yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian)
dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).
Litosfer Bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel Bumi yang
mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet Bumi. Litosfer ditopang oleh
astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih
dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal
responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka waktu geologis
yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sednagkan
astenosfer berubah seperti cairan kental. Litosfer terpecah menjadi beberapa
lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat konveksi yang
terjadi dalam astenosfer. Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari lapisan
terluar Bumi dikembangkan oleh Barrel pada tahun 1914, yang menulis serangkaian
paper untuk mendukung konsep itu. konsep yang berdasarkan pada keberadaan
anomali gravitasi yang signifikan di atas kerak benua, yang lalu ia
memperkirakan keberadaan lapisan kuat (yang ia sebut litosfer) di atas lapisan
lemah yang dapat mengalir secara konveksi (yang ia sebut astenosfer). Ide ini
lalu dikembangkan oleh Daly pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas
oleh ahli geologi dan geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer
berkembang sebelum teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep
mengenai keberadaan lapisan kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer)
tetap menjadi bagian penting dari teori tersebut.
Terdapat dua
tipe litosfer :
1.
Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra
dan berada di dasar samdura
2.
Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua
Litosfer
samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua memiliki
kedalaman 40-200 km.
2.
Astenosfir
Astenosfer/Asthenosphere
merupakan lapisan dibawah litosfer dan diatas mantel atas bumi, secara
Etimologi, Astenosfer berasal dari bahasa Yunani asthenes yang berarti lemah
dan sphere yang berarti lapisan/bulatan. Secara definitif, Astenosfer adalah
lapisan yang terletak dibawah litosfer dan diatas mantel atas bumi yang terliat
dalam pergerakan lempeng tektonik dan penyesuaian isotatic. Dasar Astenosfer
berada pada kedalaman sekitar 700 km.
Struktur
Astenosfer
Meskipun
suhunya sangat panas, tetapi tekanan di lapisan Astenosfer ini bersifat
plastik(Astenosfer sendiri tersusun dari batuan yang meleleh akibat panas,
makanya bersifat plastic) dan kepadatannya rendah. Gelombang seismik merayap
lebih lambat apabila melalui Astenosfer daripada melalui Litosfer.
Di bawah
lempeng samudra yang agak tipis, lapisan Astenosfer berada dekat dengan permukaan/dasar
samudra sehingga tenaga endogen bisa dengan mudah dikeluarkan oleh Astenosfer
dan membentuk punggung laut, gunung laut dan terkadang hanya gundukan-gundukan
kecil di samudra(ini kalo yang gagal karena lempeng samudranya masih
kuat/stabil)
3.
Mesosfir
Mesosfer
adalah lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang dengan
pertambahan ketinggian hingga ke lapisan keempat, termosfer. Udara yang
terdapat di sini akan mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang
dari angkasa dan menghasilkan suhu yang tinggi. Kebanyakan meteor yang sampai
ke bumi biasanya terbakar di lapisan ini
Mesosfer
terletak di antara 50 km dan 80-85 km dari permukaan bumi, saat suhunya
berkurang dari 290 K hingga 200 K (18^o C hingga -73^o C). Antara lapisan
Mesosfer dan lapisan atermosfer terdapat lapisan perantara yaitu Mesopause.
Inti Bumi
bagian luar merupakan salah satu bagian dalam Bumi yang melapisi inti Bumi
bagian dalam. Inti Bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman
antara 2900-4980 km. Inti Bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair
dengan suhu 3900 °C.
Inti Bumi
bagian dalam merupakan bagian Bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut
inti Bumi. inti Bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. Inti Bumi
terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai
4800 °C.
3.
Pembentukan benua dan samudra
Benua dan
samudera terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Dahulu bentuk benua dan
samudera tidak seperti sekarang ini. Setelah melalui proses yang maka
terbentuklah benua seperti pada saat ini.
Ada seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred Wagener yang
mengemukakan teori tentang pembentukan benua. Menurut Alfred Wagener, sebelum
jaman Carbon (± 300 juta tahun lalu), semua benua yang ada sekarang ini
trgabung menjadi satu yang disebut benua
Pangea. Benua pangea kemudian terpecah menjadi dua benua, yaitu benua Laurasia
(di bagian utara) dan benua Gondwana (di bagian selatan). Proses pecahnya benua
Pangea ini terjadi sekitar135 juta tahun yang lalu. Selanjutnya benua Laurasia
bagian barat bergerak ke utara menjauhi benua Gondwana yang akhirnya membentuk
benua Amerika utara. Sedangkan benua Gondwana di selatan terpecah menjadi
beberapa benua, yaitu sebagai berikut :
a. Bagian
barat bergeser terus kea rah barat menjadi benua Amerika Selatan.
b. Bagian
timur bergerak ke timur menjadi benua Afrika.
c. Bagian
yang lebih kecil di bagian timur terus bergerak kea rah timur laut dan menjadi
India.
d. Satu bagian lagi terpecah menjadi dua,yaitu
bagian timur terus bergerak ke arah timur laut, dan pechn bagn barat terus
bergerak ke arah selatan.
Samudera atau lautan berasal
dari bahasa sansekerta yaitu laut yang luas dan merupakan massa air asin yng
sambung menyambung meliputi permukaan bumi yang yang dibatasi oleh benua
ataupun kepulauan yang besar. Lapisan air asin ini dapat mengisi cekungan di
daratan maupun di lekukan yang besar di permukaan bumi. Lapisan air yang menyelimuti
lekukan- lakukan permukaan bumi tersebut membentuk massa air luas yang dikenal
dengan samudera atau lautan dengan massa air yang sempit disebut dengan laut.
Perairan laut yang besar dikenal dengan samudera tersebar pada 4 samudera
antara lain :
a. Samudera
Hindia;
b. Samudera
Pasifik;
c. Samudera
Atlantik,dan
d. Samudera
Arktik.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN :
Dari pembahasan yang kami paparkan di atas dapat kita tarik kesimpulan sebagai
berikut :
1.
Tata Surya
merupakan susunan dari beberapa planet yang mengelilingi bintang terbesar dan bercahaya
(matahari) dalam susunan tersebut, tata surya
merupakan bagian terkecil dari alam semesta.
2.
Terdepat benda-benda
yang menjadi anggota tata surya, diantaranya Matahari, planet, asteroid, komet,
dan meteorit.
3.
Teori –
teori yang pernah diakui sebagai proses awal terbentuknya tata surya ialah hipotesis
Nebula, hipotesis Protoplanet, hipotesis Planetisimal, hipotesis Pasang Surut Bintang
dan hipotesis BintangKembar
3.2. SARAN :
1.
Hendaknya kita
sebagai manusia harus bisa menikmatidan menjaga sebaik-baiknya segala sesuatu
yang telah tercipta (alam semesta beserta isinya).
2.
Sebaiknya semua pihak mempelajari Tata
Surya agar dapat mengetahui dari mana sebenarnya Tata Surya itu berasal
sehingga kita tidak dapat mengada-ada atau merekayasanya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://raafsyamjani.wordpress.com/2013/04/25/makalah-tentang-alam-semesta-dan-tata-surya-iad/ . Diakses pada tanggal 5 Oktober 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2013.
http://acehmillano.wordpress.com/2013/03/08/alam-semesta-dan-tata-surya/
. Diakses tanggal 5 Oktober 2013
http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/10/teori-terbentuknya-alam-semesta-tata-surya-dan-bumi-426399.html
. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
. Diakses tanggal 5 Oktober 2013
http://www.g-excess.com/4965/pengertian-bumi-beserta-struktur-lapisan-bumi/ . Diakses tanggal 5 Oktober 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Litosfir
. Diakses tanggal 5 Oktober 2013
http://majalahkujurnalku.blogspot.com/2013/01/astenosfer-lapisan-batuan-yang-meleleh.html
. Diakses tanggal 5 Oktober 2013




